RDP dan VPS dalam Pengelolaan Server

RDP dan VPS dalam Pengelolaan Server

Sebagian besar bisnis sekarang ini sudah mengggunakan website. Tak dapat dipungkiri bahwa peran website ini sangat penting dalam memudahkan pemilik bisnis serta customer dari bisnis tersebut dalam mengakses produk atau layanan yang tersedia. Namun, ini semua bisa berjalan lancar ketika websitenya pun bisa diakses dengan mudah. Ada banyak hal yang bisa digunakan dalam meningkatkan kinerja dari website tersebut. Salah satunya adalah penerapan akses remote desktop connection. Untuk hal ini, kemudian dikenal istilah tentang RDP dan VPS. Keduanya barangkali memiliki akses yang sama tapi tentu ada perbedaannya pula dan pemilik website untuk keperluan bisnis sebaiknya tahu tentang dua hal ini.

Pertama yang dibahas adalah VPS atau virtual private server. VPS ini merupakan suatu bentuk dari server virtual. Server virtua ini bisa dicacah atau dibagi menjadi bagian server yang lebih kecil yang dikenal sebagai virtual machine. Dengan cara ini, server pun menjadi tersedia dan bisa diakses oleh banyak pengguna tanpa terlalu mempengaruhi beban performa yang ada karena setiap pengguna akan memiliki alokasi server yang sudah disediakan. Dengan cara ini, satu pengguna dari virtual machine tidak akan saling mempengaruhi pengguna virtual machine lainnya karena masing-masing sudah mendapatkan alokasinya tersendiri. Sedangkan, RDP atau remote desktop protocol adalah akses yang disediakan dalam Microsoft Windows Server. Dengan adanya RDP ini, pengguna bisa mengakses perangkat komputer serta aplikasi yang ada di dalamnya dari jarak jauh atau yang lebih dikenal sebagai remote access. Dengan penggunaan RDP ini, pengguna bisa memantau tampilan layar, mengirimkan file, hingga mengoperasikan komputer yang terhubung dari jarak jauh. RDP dan VPS ini memang menciptakan akses jaringan dan salah satunya adalah dalam hal pengaksesan data yang ada. Namun, tentu RDP dan VPS ini memiliki perbedaan.

Perbedaan pertamanya ada pada hak akses. Pada penggunaan VPS, pengguna memiliki hak penuh pada server yang ada karena pengguna dari VPS akan menjadi administrator dari server yang digunakan. Dengan demikian, pengguna VPS mendapatkan kebebasan untuk menjalankan beragam software yang ada serta mengubah konfigurasi server yang ada tanpa menganggu pengguna server lainnya karena masing-masing sudah memiliki dedicated server. Sedangkan pada RDP, akses pengguna akan cukup terbatas. Pengguna tidak menjadi admin atau administrator tapi bisa dibilang hanya sebagai user atau client saja. Akses utamanya akan dimiliki oleh administrator yang merupakan pemilik dari server yang ada. Oleh karena itu, akses terhadap software pun sangat terbatas sehingga pengguna hanya bisa menggunakan software yang ada tanpa bisa menambah atau mengurangi software yang tersedia dan ini pun masih bisa dibuat lebih spesifik lagi oleh administrator yang ada. Pengubahan konfigurasi server pun hanya bisa dilakukan oleh pemilik server.

Perbedaan lainnya akan ditemukan dalam bentuk sistem opreasi atau operating system yang digunakan. RDP menjadi cukup terbatas karena pengguna serta administrator hanya bisa menggunakan sistem opreasi yang sudah terpasang saja pada server yang telah tersedia. Biasanya, sistem operasi yang digunakan pun sebagian besar berbasis pada sistem operasi Windows. Ini berbeda dengan VPS yang bisa berjalan di dua jenis sistem operasi, yaitu Windows dan Linux. Tak hanya itu saja, pengguna VPS ini mendapatkan akses untuk mengubah sistem operasi yang ada di dalam server sehingga bukan tidak mungkin untuk mengubah sistem operasi Linux ke Windows dan ini tergantung pada kenyamanan pengguna server yang ada. Akses ini tentu memberikan pengguna VPS fleksibilitas yang lebih tinggi.

Penggunaan hardware yang ada menjadi aspek lainnya. Dalam penggunaan VPS, hardware yang ada bisa digunakan dan dioptimalkan hingga 100%. Dengan demikian, semua akses hardware yang ada bisa digunakan dan difungsikan oleh pengguna VPS. Baik itu pemakaian RAM, penyimpanan, hingga CPU yang ada bisa digunakan secara penuh oleh pengguna. Ini berbeda dengan RDP yang mana sudah ditentukan pengaturan dan konfigurasi yang ada. Pengguna harus mengikuti ketentuan yang ada dan modifikasi tidak bisa dilakukan. Dengan kata lain, pengguna tidak berhak terhadap resource yang ada dan hanya bisa mengakses yang memang sudah tersedia saja. Ketika terjadi pelanggaran terhadap akses yang ada, akun RDP bahkan bisa mengalami suspension dan ini bisa terjadi sementara atau bahkan permanen.

Karena dalam VPS sudah terdapat dedicated server, pengguna mendapatkan akses penuh. Sebagai hasilnya, tingkat keamanan dan security access yang ada pun sangat terjamin. Security accessnya sangat tinggi di mana pengguna lain dijamin tidak bisa mengakses atau membuka server yang dimiliki oleh pengguna lainnya. Hal ini cukup berbeda dengan RDP di mana pengguna lainnya masih tetap memiiliki akses terhadap data dari pengguna lainnya. Tak sekedar melihat dan mengecek data saja, bahkan data yang ada bisa saja dihapus oleh pengguna lainnya sehingga security access yang ada memang sangat lemah dibandingkan dengan yang ada di VPS.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *