Load Balancing dan Fungsinya dalam Server

Load Balancing dan Fungsinya dalam Server

Ketika membuka suatu website, ada kalanya prosesnya tidak selalu lancar. Prosesnya bisa sedikit memakan waktu dan ini mengharuskan orang yang mengakses website itu untuk menunggu. Tak hanya itu, bahkan bisa saja website menjadi tidak bisa diakses karena server down. Ini terjadi bukan semata karena jaringan internet yang tidak cepat. Walau jaringan internet yang digunakan cukup stabil dan cepat, itu tidak selalu menjamin bahwa website atau situs akan bisa dibuka dengan mudah. Itu semua tergantung pada server dari website tersebut. Ketika ternyata ada lonjakan traffic yang sangat besar dalam waktu tertentu, website pun menjadi sulit dan bahkan tidak bisa diakses. Hal ini akan sering terjadi ketika pengunjung dari website yang ada semakin banyak sehingga pemilik website harus mengatasi hal ini secara tepat. Load balancing menjadi solusi yang tersedia.

Load balancing merupakan suatu proses yang digunakan dalam menyeimbangkan penyaluran traffic. Pada prosesnya, perlu akses kepada server dalam proses pembukaan suatu website atau situs. Namun, server yang digunakan tentu tidak hanya satu saja dan load balancing ini akan menjadi mekanisme untuk memastikan bahwa beban dari suatu server tidak terlalu besar dan dengan load balancing ini, distribusi atua penyaluran traffic menjadi lancar. Server pun tidak akan terlalu terbebani oleh banyaknya beban permintaan yang seringkali menyebabkan terjadinya server down dan website tidak bisa diakses sementara waktu. Beban yang ada itu tidak lain adalah permintaan dari client atau user yang akan membuka website. dengan load balancing, permintaan ini disalurkan ke server yang ada secara lebih efisien. Distribusi pun dijalankan dengan lebih merata sehingga akses  menjadi jauh lebih stabil. Selain itu, load balancing ini juga berperan dalam memastikan bahwa pengiriman permintaan itu hanya terjadi pada server yang sedang aktif atau sedang online saja sehingga nantinya permintaa bisa dikelola dengan lebih baik. Tak hanya itu, pengurangan dan penambahan server bisa dilakukan melalui load balancing itu.

Peran dari load balancing ini bisa digambarkan dengan polisi lalu lintas yang mengatur jalanan. Ketika terjadi kemacetan, ada polisi lalu lintas yang bisa mengatur jalur yang ada dan mengupayakan untuk memecah kemacetan tersebut dengan megarahkan kendaraan yang ada ke jalur atau lajur lainnya. tujuan dari hal ini adalah untuk memastikan agar semuanya berjalan lancar dan semua kendaran pun bisa mencapai tujuannya tanpa harus tersendat oleh adanya kemacetan yang menumpuk. Load balancing pun demikian dan yang diatur adalah traffic website dengan banyaknya permintaan dari client yang akan membuka website tertentu. Cara kerjanya dimulai dengan pengguna yang membuka situs. Saat membuka situs itu, permintaan akses akan terjadi. Load balancing yang ada akan memproses permintaan tersebut. Dalam kondisi traffic yang tidak terlalu tinggi, permintaan bisa langsung diteruskan ke server. Namun ketika banyak permintaan masuk, load balancing akan mengatur permintaan itu agar masuk ke server-server yang ada dengan distribusi yang merata. Ketika ternyata ada server yang sedang down, load balancing akan mengarahkan permintaan itu ke server lainnya yang tersedia untuk memastikan bahwa situs akan tetap bisa terbuka.

Load balancer ini memiliki beberapa jenis. Salah satunya adalah hardware load balancer. Sesuai namanya, load balancer ini menggunakan perangkat keras yang digunakan dan kemudian ditempatkan di server pusat dari data lokal. Perangkat keras inilah yang akan berperan aktif dalam menyalurkan traffic permintaan yang terjadi ke server yang tersedia. Jumlah load balancer bisa ditambahan dan disesuaikan berdasarkan kemungkinan traffic yang tertinggi dan penambahan jumlahnya bisa sangat bervariasi tergantung pada beban permintaan optimal yang ada. Ini semua bisa berjalan walau memang harga dari hardware untuk load balancing ini tidak murah.

Opsi keduanya adalah dengan penggunaan software load balancer. Berbeda dengan jenis load balancer sebelumnya, Opsi kedua ini menggunakan perangkat lunak yang dipasang atau terinstall ke server aplikasi yang berupa virtual machine. Perannya tetap sama dengan yang dilakukan oleh hardware load balancer yang ada. Hanya saja, keunggulan dari software dibandingkan hardware terletak pada harga yang harus dibayarkan. Secara umum, software load balancer lebih murah dan lebih terjangkau daripada hardware yang ada. Penggunaannya pun lebih fleksibel walau tentu spesifikasi yang ada perlu dipertimbangkan agar software tetap mampu berjalan dengan lancar dalam menstabilkan distribusi traffic dan beban yang ada. Load balancer dalam bentuk software ini tersedia dalam bentuk komersial dan open source. Keduanya memiliki keunggulan tersendiri dan itu tergantung pada penggunanya untuk memilih opsi yang paling mudah untuk digunakan dan dioperasikan. Dengan adanya software dan hardware load balancer ini, kemungkinan terjadinya server down akan sangat kecil sehingga akses website pun menjadi lebih lancar. Downtime dan performa pun menjadi jauh lebih meningkat sehingga pengguna akan merasa jauh lebih nyaman dalam aksesnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published.